Kesulitan Keuangan, McLaren Ajukan Pinjaman ke Bank Nasional Bahrain

Kesulitan Keuangan, McLaren Ajukan Pinjaman ke Bank Nasional Bahrain

VIVA   –  Ditundanya balapan Formula (F1) musim 2020 mulai berdampak pada tim peserta. Salah satunya McLaren.  

McLaren dikabarkan telah meminjam uang dari National Bank of Bahrain (NBB). Tidak dijelaskan berapa dana segar yang dikucurkan oleh NBB.

NBB merupakan bank yang dimiliki oleh Mumtalakat. Konsorsium dari Negara Teluk yang merupakan pemegam saham mayoritas di Grup McLaren.  

Kabarnya McLaren membutuhkan dana sebesar  £650 juta (sekitar Rp11 triliun).. Grup Insvestor sudah mengucurkan  £291  juta (sekitar Rp5 triliun).  

McLaren mengalami krisis keuangan aikbat pandemi virus corona COVID-19. Tidak hanya menurunkan pendapatan dari F1, tetapi juga berdampak besar di pasar mobil mewahnya.  

Dikutip dari BBC , seorang juru bicara dari McLaren menolak untuk mengomentari soal peminjaman uang tersebut. Namun 
dalam sebuah dokumen menyebutkan, pandemi telah memiliki efek besar dan merugikan kinerja perdagangan grup.  

“Awal musim F1 telah ditunda. Dealer mobil ditutup sementara. Pendapatan dari sponsor menurun, namun biaya tambahan muncul untuk kesehatan dan keselamatan, ” tulis dokumen tersebut.  

McLaren kemungkinan akan menjual saham minoritasnya di tim F1.  

Di sisi lain, McLaren juga telah mengumumkan menghentikan 1. 200 pekerjanya. Dan kabarnya McLaren akan mengurangi 70 karyawan di tim F1.

Baca juga:

Pesan Solskjaer ke Pemain MU usai Menang 3-0 atas Sheffield

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.