atlet-dayung-jambi-ancam-mundur-dari-pon-papua-1

Olahragawan Dayung Jambi Ancam Mundur dari PON Papua

VIVA   –  Kisruh Pelatih dan Asisten dengan olahragawan dayung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar  (PPLP)Jambi  semakin memanas. Ketua Ijmal Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Daerah Jambi, drg Iwan Hendrawan diminta mundur dari Kedudukan.  

Keterangan dihimpun VIVA, permintaan pemberitahuan itu datang dari olahragawan PODSI Jambi yang menimbrung di Pekan Olahraga Nasional Papua 2021 yaitu Riska Andriyani yang meminta Drg Iwan Hendrawan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Ijmal PODSI Jambi periode 2017-2021, agar pembinaan dan hasil dayung menjadi lebih cantik.  

Riska saat dikonfirmasi membenarkan bila dirinya menginginkan Ketua Umum PODSI Jambi mundur dibanding jabatan karena ingin pembimbing yang benar-benar membawa para-para atlet dayung membawa jago.  

“Kami para atlet dayung yang ikut ke PON Papua meminta biar pelatih abal-abal dan dadakan yang masuk SK TC PON Papua diganti secara pelatih yang benar-benar mendatangkan kami menjadi juara, ” ujarnya.

Riska mengatakan, agar Ketua KONI Jambi, mengambil sikap jelas terhadap Ketua Umum PODSI Jambi yang arogan & berkoar di sosmed mengikuti menjual nama para olahragawan, khususnya atlet Pelatnas dengan seolah-olah Ketua Umum PODSI yang membuat atlet berprestasi.

“Pelatih yang mereka pecat dari PODSI Jambi dan digantikan secara pelatih yang tidak memiliki prestasi apa-apa terhadap olahraga dayung, ” jelasnya 18 Juni 2021.

Riska pula Meminta kepada Ketua Umum KONI Jambi untuk menindaklanjuti uang saku atlet, dengan tidak diterima dari Kejurnas senior tahun 2018 datang Pra PON 2019 & dalam hal ini olahragawan menandatangani uang saku (atlet yang berlatih di Jambi) tapi tidak menerima uang sakunya (atlet yang di Pelatnas tanda tangannya dipalsukan).

“Untuk Pra PON hanya diberikan uang saku makan untuk di jalan Rp100 ribu untuk 5 orang atlet kecuali atlet yang di Pelatnas, “katanya.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.