One Pride Masih Menunggu Izin dari Pemerintah

One Pride Masih Menunggu Izin dari Pemerintah

VIVA   –  Dasar One Pride untuk kembali di pertengahan Juli, masih menunggu balasan dari pemerintah. One Pride jadi turnamen terbesar mixed martial arts di Indonesia ini sudah mangkir sejak empat bulan lalu sebab pandemi virus corona COVID-19.  

18 Juli 2020, One Pride rencananya akan balik lagi menggelar pertarungan. Promotor One Pride, Fransino Tirta mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum memperoleh jawaban dari pemerintah.  

“Kita sudah mengajukan perizinan pekan lalu, kita belum mendapat jawaban dari pemerintah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan ada jawaban, ” kata Fransino masa dihubungi oleh Viva, Senin, tujuh Juli 2020.  

Surat perizinan tersebut diajukan kepada Gugus Tugas COVID-19 dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Menurut Fransino, rencananya venue One Pride akan berada dalam studio dan digelar tanpa penonton.  

Petarung One Pride, Firman Muharram

Terkait dengan petarung yang akan bertarung, Fransino mengungkapkan, telah ada 20 orang yang siap untuk mengikuti One Pride itu. Namun, para petarung juga memahami dengan kondisi yang ada zaman ini.  

Dalam mencari petarung itu, pihak One Pride mengutamakan itu yang berada di wilayah Jakarta dan Pulau Jawa.

“Kita ada 20 fighter dengan sudah kita hubungi dan mereka menyatakan siap. Mereka juga sudah memahami dengan situasi ini, asalkan nantinya ada penundaan lagi, ” jelasnya.  

“Kami juga siap mendengarkan arahan daripada pemerintah nantinya, terkait kapan baiknya One Pride  bisa  digelar balik, ” katanya.  

Sementara itu, rencananya One Pride pada 18 Juli mendatang hendak mempertemukan Theodorus Ginting vs Alwin Kincai dalam memperebutkan gelar jago sabuk kelas Welter.  

Baca juga:

Pep Guardiola Percaya Diri ManCity Lolos Hukuman dari UEFA

Usaha Inter Milan Pertahankan Lautaro Martinez

Kalah dari Southampton, Guardiola Catatkan Rekor Buruk?

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.