Pengakuan Mengenaskan Korban 'Maniak Seks' Mike Tyson

Pengakuan Mengenaskan Korban ‘Maniak Seks’ Mike Tyson

VIVA   –  Penyungguhan mengejutkan diungkap oleh salah satu korban pemerkosaan petinju legendaris dunia, Mike Tyson. Dia adalah bekas kontestan ajang kecantikan, Desiree Washington.  

Hal tersebut dibongkar oleh selebritis Amerika Serikat  sekaligus rekan dari Washington, Claudio Jordan. Wanita 47 tahun tersebut mengungkap bagaimana perasaan Washington  & keluarganya dan kondisi setelah Washington di perkosa.  

Baca juga:   Sisi Redup Mike Tyson Si Maniak Seks, Rutin Tiduri 15 Wanita Sehari

Sungguh, tahun 1991 lalu dunia dikejutkan oleh perbuatan menyimpang Tyson. Tempat disebut memperkosa Washington. Kejadian ini bermula ketika Si Leher Beton bertemu Washington di latihan kompetisi kecantikan Miss Black Amerika pada Indianapolis.  

Washington kemudian menemani Tyson kembali ke kamarnya. Disinilah, dia disebut diperkosa, Tyson mengklaim bahwa itu ialah perbuatan suka sama suka. Tetapi keputusannya Tyson dinyatakan bersalah tahun 1992.  

Mike Tyson

Di dalam sebuah podcast pada Jumat 19 Juni 2020, dilansir Toofab, Claudia  membongkar rahasia itu.

“Saya berbicara kepadanya untuk pasti di hotel, namun sehari setelahnya dia mengaku sudah diperkosa. Kami merasa bersalah dengan kejadian itu, ” kata Jordan.  

Baca juga:   Wah, Gaethje Sudah Bonyok Sebelum Hadapi Khabib

“Ketika beta meneponnya, dia berkata ‘saya kabur dengan Tyson semalam dan tempat memperkosa saya’. Orang tua dari Washington mendengarnya. Ibunya histeris, ayahnya menangis. Itu kejadian menyedihkan, beta membawanya ke rumah sakit & melakukan pemeriksaan, ” lanjut dia.   Hasilnya benar, Jordan mengalami kerusakan di vaginanya karena pemerkosaan.  

Untuk diketahui, Tyson sendiri terkenal sebagai pria yang punya sisi liar dengan lawan jenis.   Dilansir Givemesport, ada sejumlah cerita yang membuktikan Tyson pantas disebut sebagai gila seks.   Seperti pengakuan sebab pengawal Mike Tyson, Rudy Gonzalez yang menyebut jika Tyson rutin meniduri sampai 15 wanita di setiap harinya sebelum dipenjara tahun 1992.    

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.