Perselisihan Manny Pacquiao, Dukung UU Anti-Teror Sadis Filipina

Perselisihan Manny Pacquiao, Dukung UU Anti-Teror Sadis Filipina

VIVA   –  Petinju legendaris Filipina, Manny Pacquiao, menjadi satu diantara loyalis Presiden Rodrigo Duterte secara meloloskan Undang-Undang Anti Teror, dengan belakangan tengah jadi sorotan negeri. Pacquiao masuk ke dalam 173 anggota senat yang setuju, UNDANG-UNDANG Anti Teror diberlakukan.

UU ini membatalkan Security Act 2007 silam dan menuai berbagai kontroversi. PBB sempat  meminta agar Filipina meninjau ulang UU Anti Teror miliknya.

Sebab, UU ini membuat hak-hak adat dari para terduga dan pelaku teroris hilang. Mereka bisa ditangkap tanpa surat perintah dan menahannya selama 14 hari.

Pun, pemerintah meluluskan wewenang lebih kepada para tentara untuk menyadap para terduga & tersangka teror.

Mengaji juga: Berkulit Putih, Tyson Fury Tetap Jadi Korban Rasis

Ada kekhawatiran, UU Anti Teror ini akan disalahgunakan di dalam upaya menyingkirkan lawan-lawan politik Duterte. Namun, Harry Roque, juru kata Duterte, membantahnya.

Roque menjamin UU Anti Teror akan digunakan sesuai secara fungsinya. Kaum oposisi hingga penilai pemerintah, dijelaskan Roque, tak hendak dijerat dengan UU ini.

Baca juga: Toko Kelontong Bintang UFC Jadi Sasaran Kerusuhan Massa Demo George Floyd

Nah, Pacman, dilansir Bloody Elbow, masuk ke dalam gerombolan pendukung Duterte terkait UU ini. Bersama 172 senator lainnya, Pacquiao setuju UU ini diberlakukan, dengan 31 anggota lainnya menyatakan tak sepakat, 29 sisanya abstain.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.